Jenis Pola Asuh Dan Dampaknya Pada Anak

Pola asuh memanglah suatu hal yang harus di pehatikan untuk bisa melihat perkembangan anak. Karena setiap orang tua akan menerapkan pola asuh yang berbeda-beda bagi anaknya. Dengan pola asuh yang di terapkan oleh masing-masing orang tua maka tentunya anak akan memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula. Setiap anak tentunya merupakan sebuah anugerah serta titipan yang di berikan oleh Tuhan yang harus di jaga dan di rawat dengan baik. Tentunya perawatan yang di lakukan oleh orang tua terhadap anaknya akan berkaitan dengan pola asuh yang di terapkan oleh orang tua terhadap anak.

Pada dasarnya pola asuh sendiri merupakan sebuah cara yang di lakukan oleh orang tua dalam mendidik anaknya sesuai dengan keinginan dari orang tua. Tentunya dalam hal ini ada tiga macam pola asuh yang harus Anda ketahui. Sehingga dengan mengetahui masing-masing pola asuh ini tentunya Anda akan bisa memilih pola asuh mana yang tepat untuk di terapkan pada anak. Sehingga nantinya anak bisa memunculkan perilaku yang Anda inginkan dan tentunya bisa menerapkan nilai-nilai yang Anda berikan.

Pola Asuh yang Tepat Bagi Anak Anda

Secara umum ada tiga pola asuh yang ada pada masyarakat saat ini dan tentunya telah di terapkan tanpa Anda sadari. Salah satu pola asuh yang sangat banyak sekali di terapkan oleh orang tua adalah pola asuh yang otoriter. Pola asuh otoriter sendiri merupakan sebuah cara pengasuhan anak yang menekankan pada otoritas orang tua dalam mendidik anak. Dalam pola pengasuhan ini anak tidak boleh melanggar apa yang telah di tetapkan oleh orang tua dan harus mematuhi segala keinginan orang tua. Saat pola asuh ini di terapkan maka tentunya anak akan merasa tertekan sehingga anak akan takut untuk mengungkapkan pendapatnya.

Dan lebih parah lagi dampaknya adalah anak menjadi pembangkang pada orang tuanya karena merasa bahwa kebebasannya tidak ia dapatkan dari orang tuanya. Selain pola asuh yang otoriter juga ada yang menerapkan pola asuh penelantaran pada anak.

Banyak orang tua yang menganggap bahwa hanya dengan memberi makan dan tempat tinggal serta memenuhi segala kebutuhan anak sudah di anggap cukup. Padahal anak yang kekurangan kasih sayang dari orang tuanya akan cenderung memunculkan sikap ingin di perhatikan. Sikap tersebut bisa di munculkan dengan cara membuat masalah serta memunculkan kenakalan-kenakalan yang lainnya.

Sedangkan jika Anda menerapkan pola asuh yang demokratis maka tentunya anak Anda akan bisa menghargai setiap situasi dan keadaan. Karena mereka bisa menyadari hak dan kewajiban mereka sebagai seorang anak. Tentunya dalam pola pengasuhan ini orang tua memberikan ruang kepada anak untuk menyampaikan pendapatnya. Dan orang tua akan mengarahkan anak pada jalan yang benar saat anak membuat sebuah kesalahan tanpa harus menyakiti anak.

Anda juga dapat membaca tentang pengaruh pola asuh di blog sister kami dengan mengklik link berikut “Pengaruh pola asuh“.